Kaidah Pertama

Jika berasal dari Tsulatsi, maka Mudlo’af adalah : Jika ‘Aindan Lam Fi’ilnya berasal dari Huruf
yang sejenis, seperti :
مَدَّ
Adapun jika berasal dari Ruba’i, maka Mudlo’af adalah : JikaFa’ dan Lam Fi’il yang pertama berasal dari huruf yang sejenis serta ‘Ain danLam Fi’il yang ke dua berasal dari huruf yang sejenis, seperti : طَأْطَأَ
Kaidah Pertama
“إذاكان عين فعله ساكنة، ولامه متحركة، أو كلتاهما متحركتين فالإدغام لازم، نحو : مَدَّيَمُدُّ مَدًّا”
“Jika Ain Fi’il danlam Fi’il berasal dari huruf yang sejenis sedang ‘Ain Fi’ilnya mati dan LamFi’ilnya hidup atau keduanya hidup maka wajib diidghomkan”
Contoh I’lal :
مَدَّ أصله مَدَدَ، على وزن فَعَلَ، اسكنتالدال الأولى لأجل شرط الإدغام، فصار مَدْدَ، فأدغمت الدال الأولى فى الثانيةللمجانسة فصار مَدَّ.
مَدَّ asalnya مَدَدَ mengikuti wazanفَعَلَ, karena ada dua huruf yang sama, maka Dal (د) pertama harus disukun, menjadi مَدْدَ, maka (د) pertama harus diidghomkan ke Dal (د) ke dua karena sejenis,maka menjadi مَدَّ.
يَمُدُّ أصله يَمْدُدُ، على وزن يَفْعُلُ،نقلت حركة الدال الأولى إلى ما قبلها لأجل شرط الإدغام، فصار يَمُدْدُ، فأدغمتالدال الأولى فى الثانية للمجانسة فصار يَمُدُّ.
يَمُدُّ asalnya يَمْدُدُ, mengikuti wazan يَفْعُلُ, karena ada dua huruf yang sejenis, makaHarokat dal (د) pertama harus dipindah ke huruf yangsebelumnya, maka menjadi يَمُدْدُ , maka Dal (د) pertama harusdiidghomkan kepada Dal (د) yang ke dua karena sejenis, maka menjadi يَمُدُّ.
مَدًّا أصله مَدْدًا على وزن فَعْلاً،أدغمت الدال الأولى فى الثانية للمجانسة فصار مَدًّا.
مَدًّا Asalnya مَدْدًا, mengikuti wazan فَعْلاً, karena ada dua huruf yang sejenis, maka Dal (د) pertama harus diidghomkan ke Dal (د) kedua, maka menjadi مَدًّا.
Jika ‘Ain fi’il hidup dan lamnya mati yang Lazim, maka Wajib Idzhar(tidak Idghom), seperti مَدَدْنَا
Adapun jika keduanya mati, maka huruf yang kedua harus diberiharokat, baik dengan Fathah karena ringannya Fathah atau dengan Kasroh, sebabjika Sukun harus diharokati, maka diharokati dengan kasroh, atau dengan Dlommahjika ‘Ain fi’il Mudlori’nya didlommah. Sehingga harokatnya harus mengikutiDlommah, Seperti مُدَّ.
مُدَّ أصله اُمْدُدْ على وزن اُفْعُلْ،نقلت حركة الدال الأولى إلى ما قبلها، لأجل شرط الإدغام، فصار اُمْدُدْ ثم حركتالدال الثانية بالفتح لخفته، أو بالكسر لأن الساكن إذا حرك حرك بالكسر، أو بالضماتباعا لعين المضارع، فصار اُمُدْدَُِ، ثم ادغمت الدال الأولى فى الثانية للمجانسةفصار اُمُدَُِّ، ثم حذفت همزة الوصل لعدم الإحتياج إليها فصار مُدَُِّ.
مُدَّ asalnya adalah اُمْدُدْ mengikuti wazan اُفْعُلْ, Karena ada dua huruf yangsama, maka Harokat Dal (د) yang pertama dipindahkan ke Huruf sebelumnya,maka menjadi اُمْدُدْ, kemudian Dal (د) kedua diberi harokat Fathahkarena Fathah itu ringan, atau dengan kasroh karena jika ada huruf mati makayang layak menjadi harokat adalah kasroh, atau dengan dlommat karena mengikuti‘Ain fi’il mudlori’nya berharokat Dlommah, maka menjadi اُمُدْدَُِ, kemudian Dal (د)pertama diidghomkan ke Dal (د) yang kedua karena sejenis, maka menjadi اُمُدَُِّ, kemudian Hamzah Washaldibuang karena sudah tidak dibutuhkan, maka menjadi مُدَُِّ.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s